𝗧𝘂𝗹𝘂𝗻𝗴𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴, 𝗔𝗻𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺 – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, nyaris terjatuh saat menyusuri jalan rusak yang tergenang air hujan di sekitar Jembatan Ngujang 2, Sabtu (21/2). Ia terperosok ke lubang jalan yang cukup dalam dan sempat oleng, meski akhirnya mampu menjaga keseimbangan.
Insiden itu terjadi saat bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Desa Bukur, Desa Sambirobyong (Kecamatan Sumbergempol), serta Desa Pulotondo (Kecamatan Ngunut). Ruas jalan dari Jembatan Ngujang 2 menuju Pulotondo diakui mengalami kerusakan berat dan membahayakan pengguna jalan.
“Kalau kendaraan bermuatan berat bisa numplek (tumpah),” ujarnya di lokasi.
Menurut Gatut, lubang di badan jalan yang tertutup genangan air tergolong dalam, bahkan hampir mencapai 45 sentimeter. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang melewati jalur Jembatan Ngujang 2 sampai Pulotondo,” katanya.
Dianggarkan Rp6 Miliar dalam APBD 2026
Bupati memastikan perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 sebesar Rp6 miliar. Proyek itu disebut sudah direncanakan sejak 2025 dan akan mulai dikerjakan pekan depan oleh kontraktor pelaksana.
“Alhamdulillah tahun 2026 ini sudah kita anggarkan Rp6 miliar, dan minggu depan mulai dikerjakan,” paparnya.
Ia meminta masyarakat ikut mengawasi proses pembangunan agar mutu dan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak.
Sementara menunggu perbaikan permanen, Gatut meminta Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, untuk segera melakukan penanganan darurat dengan menimbun sirtu (pasir dan batu) di titik-titik berlubang.
“Kasih sirtu dulu sementara karena membahayakan,” tegasnya.
Sidak tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Tulungagung dan aparat kepolisian, di antaranya Kasat Intelkam Polres Tulungagung AKP Nova Ardillah serta Kapolsek Sumbergempol AKP Anshori.
Target 50 Persen Jalan Rusak Tuntas 2026
Sebelumnya, Gatut menargetkan 50 persen jalan rusak di Kabupaten Tulungagung dapat diperbaiki hingga akhir 2026.
“Mohon bersabar, nanti di akhir tahun 2026 insya Allah 50 persen jalan yang rusak sudah diperbaiki,” ujarnya, Kamis (19/2).
Menurutnya, perbaikan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan penganggaran dan proses tender sesuai regulasi.
“Perbaikan jalan rusak kita laksanakan sesuai aturan dan tahapannya,” pungkasnya.
