๐ง๐๐น๐๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด, ๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บย โ Suasana duka menyelimuti Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, setelah seorang perempuan berinisial PCA (26) dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas pada Jumat (10/4/2026).
Peristiwa tersebut menyisakan keprihatinan mendalam, terlebih setelah petugas menemukan sebuah tas milik korban di lokasi kejadian yang berisi pesan pamitan menyentuh hati.
Ditemukan Surat Wasiat
Penemuan tas menjadi petunjuk awal dalam proses pencarian korban. Di dalamnya, terdapat secarik kertas berisi pesan perpisahan yang diduga ditulis korban untuk keluarga dan anaknya.
โSalam buat keluarga terima kasih. Anakku jaga. Aku pamit ya. I love you semua,โ demikian bunyi potongan pesan tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Teguh Abianto, membenarkan adanya temuan tersebut.
โDi dalam tas korban ditemukan kertas bertuliskan pesan untuk keluarga,โ ujarnya.
Kronologi Kejadian
Korban yang diketahui merupakan kelahiran Kotawaringin Barat dan berdomisili di Desa Tapan itu dilaporkan meninggalkan rumah antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
Saat terakhir terlihat, korban mengenakan kerudung cokelat, kaos lengan panjang berwarna gelap, serta celana dengan warna senada.
Komandan Tim Pos Basarnas Trenggalek, Mohamad Jazuli Prasetya, menyampaikan dugaan sementara bahwa korban mendatangi lokasi sungai sebelum akhirnya terjatuh.
โDiduga korban datang ke Sungai Brantas dan terjatuh ke air. Di tepi sungai hanya ditemukan tas milik korban,โ jelasnya.

Pencarian Masih Berlangsung
Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, serta relawan masih melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Penyisiran difokuskan di aliran sungai dan bantaran dengan mengerahkan dua unit perahu karet. Petugas juga berencana memperluas area pencarian hingga radius 5 kilometer dari titik awal penemuan barang milik korban.
Sementara itu, motif di balik kepergian korban dari rumah hingga diduga hanyut di sungai masih dalam penyelidikan pihak berwenang.”(SL)
