
TULUNGAGUNG | ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ, 28 Agustus 2026 โ Pemerintah Kabupaten Tulungagung memanfaatkan ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam expo yang digelar pada 27โ29 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Tulungagung membawa sejumlah komoditas unggulan yang mencerminkan kekayaan ekonomi kreatif dan potensi usaha masyarakat daerah.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan promosi produk. Pemkab Tulungagung juga menjadikan AOE 2026 sebagai ruang untuk membangun koneksi dengan calon mitra usaha, pelaku perdagangan, investor, serta pemerintah daerah lain dari berbagai wilayah Indonesia.
Hadiri Pembukaan AOE 2026
Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., bersama Plt. Ketua Dekranasda Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, hadir secara langsung dalam pembukaan AOE 2026 di Nusantara Convention Hall, ICE BSD, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Sejumlah pejabat turut menghadiri pembukaan, di antaranya Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi, serta kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.
AOE tahun ini mengusung tema โJelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batasโ. Tema tersebut sejalan dengan upaya mendorong produk-produk daerah agar tidak hanya dikenal di wilayah asalnya, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Marmer hingga Batik Jadi Andalan
Stan Pemkab Tulungagung menampilkan beragam produk yang selama ini menjadi bagian dari kekuatan ekonomi lokal.
Salah satu produk yang mendapat perhatian adalah kerajinan batu marmer dari Kecamatan Campurdarat. Produk berbahan marmer tersebut telah dikenal hingga pasar internasional dan menjadi salah satu identitas industri kerajinan Tulungagung.
Selain marmer, pengunjung juga dapat melihat Batik Warajuang dengan karakter motif khas daerah. Kehadiran batik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk wastra lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Tulungagung.
Tidak berhenti pada produk kerajinan, berbagai produk olahan UMKM turut dipamerkan. Di antaranya kopi dan aneka makanan ringan maupun camilan tradisional yang menjadi bagian dari potensi kuliner masyarakat Tulungagung.
Konsep promosi juga diperkuat dengan memperkenalkan potensi buah belimbing, termasuk aktivitas petik buah yang menjadi salah satu daya tarik wisata dan produk pertanian daerah.
Dengan komposisi tersebut, Pemkab Tulungagung ingin menunjukkan bahwa potensi daerah tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Kerajinan, fesyen, kuliner, pertanian, hingga pariwisata memiliki peluang untuk dikembangkan secara bersamaan.
Pemkab Bidik Kerja Sama Lebih Luas
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan keikutsertaan dalam AOE 2026 menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat citra dan daya saing produk lokal.
Menurutnya, produk IKM dan UMKM membutuhkan ruang promosi yang lebih luas agar mampu bertemu dengan pasar serta mitra usaha di luar daerah.
โKami ingin produk IKM dan UMKM Tulungagung dikenal lebih luas, diminati pasar, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,โ ujar Ahmad Baharudin.
Ia menilai semakin luas jaringan pemasaran yang dibangun, semakin besar pula peluang produk masyarakat untuk berkembang. Karena itu, keikutsertaan dalam expo berskala nasional diharapkan tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama jangka panjang.
Expo Didorong Hasilkan Investasi Nyata
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan bahwa penyelenggaraan AOE harus memberikan manfaat konkret bagi daerah.
Menurutnya, keberhasilan sebuah expo tidak semata-mata dilihat dari jumlah stan, banyaknya produk yang ditampilkan, atau ramainya pengunjung. Tolok ukur yang lebih penting adalah apakah kegiatan tersebut mampu menghasilkan kerja sama, transaksi, dan investasi yang benar-benar terealisasi.
โKeberhasilan expo harus diukur dari investasi yang benar-benar terealisasi serta dampak nyata bagi perekonomian daerah,โ tegas Bima Arya saat membuka AOE 2026.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif memanfaatkan pertemuan bisnis yang tersedia selama expo. Produk lokal, pelaku usaha, pasar, dan calon investor diharapkan dapat dipertemukan dalam skema kerja sama yang menghasilkan manfaat ekonomi secara nyata.
Ada Business Matching hingga Fashion Show
AOE 2026 tidak hanya menghadirkan pameran komoditas unggulan dari pemerintah kabupaten dan kota.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Hall 3 dan 3A ICE BSD tersebut juga diisi dengan berbagai agenda pendukung, mulai dari business matching, fashion show Wastra Nusantara, hingga forum yang membahas perdagangan, pariwisata, investasi, dan pengadaan.
Beragam agenda tersebut memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memperluas jejaring. Interaksi antarpelaku usaha diharapkan dapat membuka peluang distribusi produk, kemitraan, maupun investasi baru.
Bagi Tulungagung, forum semacam ini menjadi kesempatan untuk membawa cerita dan potensi produk lokal keluar dari pasar daerah.
Perkuat Branding Tulungagung
Keikutsertaan dalam AOE 2026 juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Tulungagung dalam memperkuat branding daerah.
Produk marmer Campurdarat, batik, kopi, makanan olahan, serta potensi buah belimbing ditampilkan sebagai representasi bahwa Tulungagung memiliki keragaman komoditas yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
Promosi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengenalan masyarakat luar daerah terhadap produk Tulungagung. Dalam jangka panjang, meningkatnya permintaan dapat memberikan dampak berantai terhadap pelaku usaha, perajin, petani, pekerja, hingga sektor pendukung lainnya.
Pemkab Tulungagung optimistis momentum AOE 2026 dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya jaringan bisnis baru. Pemerintah daerah juga berharap produk lokal semakin mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun membuka peluang menuju pasar internasional.
Dengan membawa berbagai potensi unggulan ke panggung AOE 2026, Tulungagung tidak sekadar ingin tampil sebagai peserta pameran. Lebih jauh, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperluas pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis, menarik peluang investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
๐๐๐ฟ๐ป๐ฎ๐น๐ถ๐: ๐๐ป๐ฑ๐
