๐ง๐ฟ๐ฒ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐น๐ฒ๐ธ|๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek, Moch. Husni Taher Hamid, menyoroti temuan anggaran pembuatan konten senilai Rp200 juta dalam hasil rapat koordinasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menurutnya, anggaran sebesar itu harus dipastikan memiliki arah dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
โDari hasil rapat koordinasi dengan Dinas Kominfo ditemukan adanya pembuatan konten senilai Rp200 juta. Jangan sampai pembuatan konten ini lahir dari dinas itu sendiri tanpa tujuan yang jelas,โ ujar Husni usai memimpin rapat di Gedung DPRD Trenggalek lantai II.
Politisi Partai Hanura itu menegaskan bahwa dana sebesar itu seharusnya dimanfaatkan untuk mengangkat potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kearifan lokal.
โKalau memang ada pembuatan konten sebesar itu, seharusnya bisa digunakan untuk menonjolkan potensi Trenggalek. Nanti kita akan lihat sejauh mana manfaatnya bagi daerah,โ tegasnya.
Husni juga mempertanyakan dasar perhitungan nilai anggaran tersebut. Ia meminta penjelasan apakah angka itu merupakan hasil kajian lapangan atau sekadar perencanaan tanpa basis data yang kuat.
โApakah angka ini muncul by data atau cuma di atas meja?โ sindirnya.
Selain menyoroti anggaran konten, Husni juga mengulas total anggaran Dinas Kominfo Trenggalek tahun 2025 yang mencapai Rp11 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp1,1 miliar dialokasikan untuk kerja sama dengan 60 media.
Ia berharap porsi kerja sama media dapat lebih berpihak pada media lokal agar manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat Trenggalek.
โKami sarankan, anggaran kerja sama media ini sebaiknya lebih banyak untuk media lokal. Biar APBD ini benar-benar kembali ke masyarakat setempat,โ pungkas Husni.
















