Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Tulungagung Sebrina Mahardika memberikan keterangan terkait hasil monitoring dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung
๐ง๐๐น๐๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด,๐ฎ๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ โ Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, belum memenuhi ketentuan jumlah minimal pemasok bahan baku.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, masih terdapat SPPG yang hanya memiliki tiga hingga lima penyuplai, padahal sesuai aturan setiap unit diwajibkan memiliki sedikitnya 15 pemasok.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan ketentuan tersebut bertujuan mencegah praktik monopoli dalam penunjukan pemasok bahan pangan.
โSesuai instruksi dari pusat, setiap SPPG harus memiliki minimal 15 penyuplai untuk mencegah praktik monopoli,โ ujarnya, Senin.
Ia menjelaskan, setiap SPPG diawasi oleh tiga personel BGN, yakni kepala SPPG, tenaga akuntansi, dan pengawas gizi. Ketiganya bertugas memastikan operasional berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pada 2026, BGN memprioritaskan peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk penguatan mutu menu, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia di setiap SPPG.
Untuk penyediaan bahan baku, saat ini sebagian besar masih dilakukan oleh mitra atau yayasan pengelola SPPG. Meski demikian, BGN telah menginstruksikan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan yang digunakan.
โStaf di lapangan akan memberikan teguran jika ditemukan bahan yang tidak sesuai standar, serta dapat merekomendasikan penyuplai dengan kualitas lebih baik,โ kata Sebrina.
Selain masalah jumlah pemasok, BGN juga menemukan kekurangan pada aspek sarana dan prasarana di sejumlah SPPG.
Beberapa temuan di antaranya adalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memadai, tidak tersedianya tandon dan filter air, hingga penggunaan air dari depot isi ulang.
โAda juga SPPG yang lokasinya berdekatan dengan kandang ternak. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan,โ ujarnya.
BGN berharap seluruh SPPG di Tulungagung segera memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi jumlah pemasok maupun kelengkapan fasilitas pendukung, guna menjamin kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.”(SL)
