๐ผ๐๐ฟ๐๐๐ผ๐๐๐๐.๐พ๐๐,๐๐๐๐๐๐๐ผ๐๐๐ โ Ratusan siswa SMA Negeri 1 Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah pada Selasa (26/8/2025). Mereka menuntut transparansi pengelolaan dana komite sekolah sekaligus menyoroti dugaan pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Dalam aksi tersebut, para siswa menyampaikan keluhan terkait pungutan sekolah yang dinilai tidak jelas penggunaannya. Pungutan itu meliputi iuran SPP bulanan, biaya seragam, amal jariah, infak Jumat, hingga tabungan akhirat atau tabarok.
Perwakilan siswa, Lusiana Putri, mengatakan meski para siswa tetap membayar, pihak komite kerap menyatakan tidak memiliki dana saat ada kegiatan sekolah. Kondisi tersebut membuat sejumlah guru bahkan harus mengeluarkan uang pribadi untuk membantu siswa mengikuti lomba.
> โAksi ini kami lakukan karena tidak adanya transparansi dari pihak komite. Kami hanya ingin kejelasan. Uang kami dipakai untuk apa? Itu saja,โ ujar Lusiana.
Senada dengan itu, Suci Nurma, perwakilan siswa lainnya, menyoroti dugaan pemotongan dana PIP. Menurutnya, sejumlah siswa penerima hanya menerima sebagian kecil dari dana yang seharusnya.
> โTeman saya dapat PIP satu juta delapan ratus ribu rupiah, tapi hanya menerima dua ratus ribu rupiah. Sisanya dipotong untuk bayar SPP dan amal jariah. Padahal PIP itu hak siswa, kenapa dipotong tanpa komunikasi,โ tegas Suci.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah maupun komite belum memberikan keterangan resmi terkait aksi dan tuduhan yang disampaikan para siswa. Mereka berharap pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut secara serius.(And)
















