๐ง๐๐น๐๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด|๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ -Puncak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung digelar meriah di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Selasa (18/11/2025). Acara diawali dengan kirab Pataka Panji Lambang Daerah yang diiringi sesaji utama berupa buceng lanang dan buceng wadon, simbol penting dalam tradisi adat Bersih Nagari.
Mengusung tema โTulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Majuโ, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan sekat, memperkuat harmoni, dan membangun kembali semangat gotong royong.
Menurutnya, persatuan menjadi modal utama menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.
โSumangga tansah nggumolongaken tekad lan daya-dinayan. Kita tebihi raos sujana lan wada-winadan,โ pesannya.
Momentum Meneladani Perjuangan Leluhur
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu memimpin doa syukur bersama para pejabat daerah, tokoh masyarakat, alim ulama, hingga para purna bhakti. Ia menegaskan bahwa Hari Jadi bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk meneladani perjuangan para leluhur, termasuk pasukan legendaris Prajurit Lawadan yang tercatat dalam Prasasti Lawadan bertanggal 18 November 1205.
โKasembadaning gegayuhan mbetahaken pambudidaya tuwin pangorbanan. Jer basuki mawa beya,โ ujarnya, menekankan pentingnya kerja keras dan pengorbanan dalam memajukan Kabupaten Tulungagung.

Makna Buceng Lanang dan Wadon dalam Tradisi Bersih Nagari
Kirab dilanjutkan dengan prosesi Wilujengan sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi daerah. Di dalam prosesi itu, buceng lanang dan buceng wadon menjadi simbol keseimbangan antara kekuatan dan kesuburan.
Buceng lanang, berbentuk kerucut menjulang dan berisi aneka lauk pauk, melambangkan kekuatan, keteguhan, dan perlindungan.
Buceng wadon, berbentuk lebih melebar dengan isian hasil bumi seperti buah dan sayuran, menjadi simbol kesuburan dan kemakmuran.
Ribuan Warga Berebut Berkah Buceng
Usai doa, ribuan warga yang memadati area pendopo langsung berebut bagian dari kedua buceng tersebut. Dalam tradisi masyarakat setempat, bagian buceng diyakini membawa berkah keselamatan, kelancaran rezeki, dan kebaikan bagi keluarga.
โSetiap perayaan Hari Jadi Kota Tulungagung saya selalu datang. Rasanya senang sekali kalau dapat bagian buceng. Semoga membawa keberkahan,โ ujar Winarti, warga Kecamatan Pakel, yang memperoleh ayam ingkung dan sayuran.
Warga lain, Hari, asal Desa Pojok, Campurdarat, juga berhasil mendapatkan berbagai buah-buahan seperti kelapa muda, mangga, nanas, jeruk, hingga buah naga.
Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan
Tradisi rebutan buceng menjadi bagian penting dalam ritual Bersih Nagari dan terus dijaga sebagai warisan budaya yang menghubungkan masyarakat Tulungagung dengan nilai-nilai luhur leluhur.
Puncak perayaan Hari Jadi ke-820 Tulungagung pun ditutup dengan simbol kebersamaan dan harapan akan keberkahan bagi seluruh warga melalui rebutan buceng lanang dan buceng wadon.
















