banner 728x250

RAKOR ANTISIPASI KONFLIK PERGURUAN SILAT, PEMKAB TULUNGAGUNG GANDENG TNI, POLRI, DAN ELEMEN MASYARAKAT

banner 120x600

๐˜ผ๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ ๐™–๐™ฃ๐™š๐™ฌ๐™จ.๐™˜๐™ค๐™ข – TULUNGAGUNG โ€“ Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi konflik antar perguruan pencak silat. Kegiatan berlangsung di Ruang Prajamukti, Kantor Pemkab Tulungagung, Jumat (25/7/2025), dengan melibatkan jajaran TNI, Polri, organisasi pencak silat, akademisi, insan pers, hingga tokoh masyarakat dan pemerintah.

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, yang memimpin langsung jalannya rakor, menegaskan pentingnya sinergi antar pihak untuk menjaga kondusivitas wilayah. โ€œPerselisihan antar perguruan silat harus kita selesaikan bersama secara komprehensif dan berkelanjutan,โ€ tegasnya.

AKBP Taat juga mengingatkan bahwa perguruan silat sejatinya bertujuan melestarikan budaya dan membentuk karakter generasi muda, bukan menciptakan keresahan sosial. Dalam forum tersebut, sejumlah langkah konkret disepakati, antara lain peningkatan komunikasi lintas perguruan, penguatan pembinaan internal, serta penegakan hukum secara tegas dan proporsional.

Media massa dan akademisi turut diminta berkontribusi aktif. Perwakilan dari AJT dan PWI diimbau mengedepankan narasi damai dalam pemberitaan, sementara kalangan akademisi diminta memberikan masukan berbasis kajian sosial untuk mendukung kebijakan yang efektif dan berkelanjutan.

Kepala Badan Kesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, menekankan perlunya pendekatan holistik. โ€œPendekatan kita tak bisa sepotong-sepotong, semua sektor harus terlibat aktif agar hasil rakor bisa diterapkan dengan optimal,โ€ ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penguatan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda sebagai fondasi utama pencegahan konflik.

Pendekatan spiritual juga akan diupayakan melalui kegiatan siraman rohani rutin bagi anggota perguruan silat, terutama kalangan muda. Langkah ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang santun, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Rakor ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Tulungagung bersama seluruh elemen masyarakat serius menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi dan keterlibatan semua pihak menjadi kunci utama agar perguruan silat kembali ke perannya sebagai simbol persatuan dan kekayaan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *