๐ง๐๐น๐๐ป๐ด๐ฎ๐ด๐๐ป๐ด|๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฒ๐๐.๐ฐ๐ผ๐บ โ Puluhan rumah di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, mengalami kerusakan setelah dihantam angin kencang pada Jumat siang (21/11/2025). Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga.
Tiupan angin kuat datang bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Salah seorang warga, Tarmujianto, menyebut angin bergerak dari selatan ke utara dengan pola berputar.
โAnginnya kencang, muter-muter, terus jalan. Banyak atap rumah yang rontok,โ ujarnya.
Kepanikan Jamaah Masjid
Momen dramatis terjadi di sebuah masjid setempat ketika angin kencang membuat atap beterbangan. Suara gemuruh mengejutkan jamaah yang sedang berada di dalam masjid.
Saksi mata, Hakim, menuturkan angin puting beliung datang tiba-tiba sekitar pukul 12.15 WIB.
โAtap masjid terbuka semuanya. Ada satu jamaah yang tertimpa tiang penyangga,โ katanya.
Dampak Terparah di Kawasan Kampus
Desa Plosokandang dikenal sebagai kawasan pendidikan karena menjadi lokasi kampus besar seperti UIN SATU Tulungagung dan Universitas Bhineka PGRI. Wilayah ini padat dengan rumah kos dan permukiman warga.
Menurut Hakim, puting beliung tersebut memperparah kondisi di Dusun Kudusan dan Manggisan.
โAda ratusan rumah yang terdampak, termasuk fasilitas umum seperti masjid dan poskamling yang kehilangan atap,โ terangnya. Kerusakan paling parah dialami bangunan yang menggunakan material ringan seperti asbes dan seng.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah atap rumah warga terbang jauh dari lokasi. Sebuah pohon besar juga tumbang dan menutup akses jalan.
Warga Lakukan Perbaikan Mandiri
Sejumlah warga mulai melakukan perbaikan seadanya di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Mereka menutup bagian atap yang rusak menggunakan material yang tersedia.
โKerusakan sudah kami perbaiki sendiri semampunya. Kami berharap ada perhatian pemerintah, terutama bantuan material,โ ucap Hakim.
Ia secara khusus meminta BPBD Tulungagung segera turun tangan membantu pemulihan pascabencana.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis data resmi terkait jumlah rumah terdampak maupun total kerugian material.
















