HomeIndeks

Polres Tulungagung Melarang Kegiatan SOTR Dengan Sound Horeg

Sound Horeg Dinilai Picu Kebisingan dan Potensi Bentrokan

๐—ง๐˜‚๐—น๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด, ๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜„๐˜€.๐—ฐ๐—ผ๐—บ โ€“ Datangnya bulan Ramadan kali ini, Polres Tulungagung melarang kegiatan sahur on the road (SOTR), khususnya yang menggunakan sound horeg karena dianggap memicu kebisingan dan berpotensi terjadinya kegaduhan di masyarakat.

Kegiatan membangunkan warga pada saat waktu sahur menggunakan sound yang biasanya diikuti banyak orang itu juga dapat menyebabkan bentrokan.

โ€œSasaran kami adalah segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas selama Ramadan, termasuk SOTR dengan sound horeg yang setiap tahun kami larangโ€, kata Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto melalui Kasihumas Polres Tulungagung Iptu Nanang, Rabu (18/02/2026).

dia menegaskan, Polres Tulungagung tidak pernah memberikan izin untuk kegiatan SOTR.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, aksi tersebut sering kali menimbulkan gangguan ketertiban, bahkan bentrokan antar kelompok.

โ€œSetiap tahun ada laporan masyarakat yang merasa terganggu akibat penggunaan sound horeg, bahkan tak jarang terjadi bentrokan antar peserta SOTRโ€, sambungnya.

Selain itu, tempat hiburan malam di Tulungagung juga mendapat atensi khusus selama Ramadan.

Kasi Humas menyebut pengamanan pada bulan suci akan lebih ketat dibanding hari biasa, mengingat potensi kerawanan yang lebih tinggi, terutama menjelang berbuka puasa dan sahur.

โ€œKami akan menerapkan strategi pengamanan yang tepat, patroli ngabuburit warga mencari takjil serta antisipasi balap liar, pengamanan ibadah salat tarawih hingga patroli sahur agar situasi wilayah Kabupaten Tulungagung kususnya tetap kondusifโ€, pungkas Iptu Nanang.

Exit mobile version