banner 728x250

Ketua TRC PPA Indonesia Apresiasi Respon Cepat UPTD PPA Tulungagung, Penghargaan Nasional Segera Diserahkan

banner 120x600

𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮, 𝗔𝗻𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺 – Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (TRC PPA Indonesia), Jeny Claudya Lumowa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Tulungagung. Apresiasi ini lahir dari pemantauan langsung terhadap berbagai laporan masyarakat yang masuk ke TRC PPA Indonesia, di mana UPTD PPA Tulungagung dinilai sebagai salah satu unit daerah dengan respon tercepat dan paling konsisten dalam memberikan layanan perlindungan.

Menurut Jeny, UPTD PPA Tulungagung menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan setiap laporan, baik yang datang dari masyarakat umum, lembaga pendidikan, aparat desa, maupun organisasi kemasyarakatan, mendapatkan tindak lanjut secepat mungkin. Kecepatan respon tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan perlindungan perempuan dan anak, terutama ketika kasus berada pada situasi darurat yang memerlukan tindakan segera.

Kami memberikan perhatian khusus terhadap beberapa daerah, dan Tulungagung menjadi salah satu yang menonjol. Setiap laporan yang masuk ke UPTD PPA Tulungagung selalu dijawab dalam waktu maksimal 30 menit, dan setelah itu tim langsung bergerak ke lapangan. Ini adalah bentuk dedikasi dan profesionalitas yang jarang ditemukan,” tegas Jeny Claudya Lumowa, Jumat(21/11/2025).

TRC PPA Indonesia menilai bahwa pola respon cepat ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Banyak korban, terutama perempuan dan anak yang mengalami kekerasan fisik, psikis, penelantaran, maupun ancaman, mendapatkan penanganan lebih cepat, sehingga risiko dampak lanjutan dapat diminimalkan. Selain itu, kehadiran langsung tim UPTD PPA Tulungagung di setiap laporan membuat masyarakat merasa lebih terlindungi dan mendapatkan kepastian layanan.

Dalam evaluasi yang dilakukan TRC PPA Indonesia, UPTD PPA Tulungagung dinilai unggul dalam beberapa aspek berikut:

*1. Waktu Respon*

UPTD PPA Tulungagung secara konsisten menanggapi laporan masyarakat dalam waktu 30 menit sejak laporan diterima. Kecepatan ini juga didukung oleh kesiapan petugas piket selama 24 jam.

*2. Ketepatan Tindakan Lapangan*

Setelah memberikan jawaban awal, tim langsung melakukan asesmen lapangan, pendampingan korban, hingga koordinasi dengan dinas, kepolisian, tenaga medis, atau pihak lain yang relevan.

*3. Profesionalitas Tim*

Petugas UPTD PPA Tulungagung dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik, empati tinggi, serta memahami prosedur teknis penanganan kasus, termasuk menjaga kerahasiaan identitas korban.

*4. Kolaborasi Lintas Sektor*

UPTD PPA Tulungagung aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti rumah sakit, puskesmas, Polres, pemerintah desa, sekolah, serta komunitas masyarakat yang peduli pada isu perempuan dan anak.

*5. Penilaian Publik*

Dalam beberapa laporan yang diterima TRC PPA Indonesia, masyarakat Tulungagung mengapresiasi respon cepat dan keterlibatan langsung tim dalam menyelesaikan kasus di lapangan.

Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, TRC PPA Indonesia akan menyerahkan Penghargaan Respon Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2025 kepada UPTD PPA Kabupaten Tulungagung. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas kinerja yang dianggap melampaui standar pelayanan umum.

Rencana penyerahan akan dilakukan secara langsung kepada Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Tulungagung, yang nantinya akan mewakili seluruh jajaran UPTD PPA. Agenda penyerahan penghargaan sedang disusun oleh TRC PPA Indonesia dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi UPTD PPA Tulungagung untuk terus meningkatkan kualitas layanannya. Tulungagung telah memberi contoh baik bagi daerah-daerah lain, bahwa pelayanan cepat bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Jeny.

Lebih lanjut, TRC PPA Indonesia juga menyampaikan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan UPTD PPA di seluruh Indonesia untuk memperbaiki pola pelayanan, meningkatkan kapasitas petugas, dan memperkuat sistem respon cepat di tingkat daerah. Menurut Jeny, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab negara, dan seluruh elemen harus bergerak bersama.

Kami ingin unit-unit PPA lain di seluruh Indonesia mencontoh apa yang dilakukan Tulungagung. Ketika pemerintah hadir cepat, korban merasa aman, keluarga terbantu, dan proses penanganan berjalan lebih efektif. Respon cepat bisa menyelamatkan nyawa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *