𝘼𝙉𝘿𝙄𝙆𝘼𝙉𝙀𝙒𝙎.𝘾𝙊𝙈,𝙉𝙂𝘼𝙉𝙅𝙐𝙆 – Rasa syukur dan kebanggaan kini menyelimuti keluarga almarhum Marsinah, setelah aktivis buruh asal Nganjuk itu resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (11/11/2025).
Penganugerahan ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Nganjuk dan kalangan buruh di seluruh Indonesia yang selama ini memperjuangkan pengakuan terhadap perjuangan Marsinah.
Keluarga Bersyukur dan Ucapkan Terima Kasih
Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Sini, bibi Marsinah yang tinggal di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Saat ditemui awak media di rumahnya, Sini mengaku sangat senang dan bangga atas gelar kehormatan yang diterima keponakannya itu.
“Kami sekeluarga sangat bersyukur. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah memperjuangkan Marsinah hingga akhirnya diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan harapan agar makam Marsinah tidak dipindahkan dari Desa Nglundo, karena lokasi tersebut sudah menjadi bagian dari sejarah perjuangannya.
Keluarga berharap pemerintah dapat merenovasi makam agar lebih layak dan menjadi tempat ziarah yang pantas bagi masyarakat.
Pemkab Nganjuk Dukung Keinginan Keluarga
Menanggapi hal tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyatakan sepakat dengan keinginan keluarga agar makam Marsinah tetap berada di Nglundo.
Pemerintah Kabupaten juga berencana melakukan renovasi makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya.
“Kami mendukung penuh keinginan keluarga. Makam Marsinah akan tetap di Nglundo, dan Pemkab siap merenovasi agar lebih representatif,” tegas Marhaen.
Terkait kompensasi bagi ahli waris, Marhaen menjelaskan bahwa hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi penerima gelar Pahlawan Nasional.
Marsinah, Pahlawan dari Golongan Buruh
Seperti diketahui, Marsinah merupakan satu dari sepuluh tokoh yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2025 oleh Presiden Prabowo.
Ia dikenal sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia yang berani menuntut keadilan dan hak-hak pekerja.
Marsinah lahir di Nganjuk dan menjadi ikon perjuangan kaum pekerja sejak peristiwa tragis yang menimpa dirinya pada awal 1990-an. Kini, namanya diabadikan sebagai simbol keberanian, keadilan, dan kemanusiaan.(SR)
















