๐ผ๐๐ฟ๐๐๐ผ๐๐๐๐.๐พ๐๐,๐๐๐๐๐๐๐ผ๐๐๐๐- Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah aliansi mahasiswa dan masyarakat di beberapa kota di Indonesia ternyata tidak berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok di Tulungagung.
Berdasarkan pantauan Andikanews.com di Pasar Tradisional Ngentrong, Rabu (10/9/2025), harga sembako dan sayur terpantau stabil. Harga beras masih berkisar Rp13.000โRp14.000 per kilogram, minyak goreng Rp18.000โRp20.000 per liter, telur Rp25.000โRp27.000 per kilogram, bawang merah Rp34.000โRp38.000 per kilogram, serta gula pasir Rp16.500โRp18.000 per kilogram tergantung merek.

Asih, salah satu pedagang sembako, menyebut harga sebagian besar kebutuhan pokok tetap stabil. Hanya daging ayam yang mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram.
โTidak juga, yang naik hanya daging ayam. Dari kisaran Rp30.000 sekarang naik menjadi Rp34.000โRp36.000,โ ujarnya.
Hal senada disampaikan Hari, pedagang lainnya. Menurutnya, harga pangan di pasar masih dalam kondisi normal.
โSecara keseluruhan harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dan lainnya masih stabil. Tidak ada kenaikan maupun penurunan,โ kata Hari.
Kepala Pasar Ngentrong, Banu Adi Siswanto, menegaskan harga sembako dan sayur di wilayahnya masih terkendali.
โTidak ada kenaikan yang drastis. Harga sembako cenderung standar, sementara untuk sayur juga tidak ada perubahan, baik stok maupun harga,โ jelasnya.
Dengan demikian, situasi harga kebutuhan pokok di Tulungagung dapat dikatakan relatif aman. Masyarakat tidak perlu khawatir meskipun beredar isu akan adanya demonstrasi pada Kamis, 11 September 2025, di depan Kantor DPRD Tulungagung.(And)
















