banner 728x250

Dua Provokator Kerusuhan Kediri Ditangkap di Tulungagung

Rencana Serang Mapolres dan DPRD Digagalkan Polisi

banner 120x600

๐˜ผ๐™‰๐˜ฟ๐™„๐™†๐˜ผ๐™‰๐™€๐™’๐™Ž.๐˜พ๐™Š๐™ˆ,๐™๐™๐™‡๐™๐™‰๐™‚๐˜ผ๐™‚๐™๐™‰๐™‚ โ€“ Rencana aksi unjuk rasa anarkis di Tulungagung berhasil digagalkan jajaran Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur. Polisi menangkap dua provokator kerusuhan asal Kediri yang diduga hendak memicu kericuhan dan menyerang Mapolres serta Gedung DPRD Tulungagung.

Tersangka pertama, CK (27), mahasiswa asal Kediri Kota, diamankan tim Satreskrim Polres Tulungagung saat bersembunyi di sebuah hotel pada Rabu (3/9/2025) malam. CK diketahui terlibat langsung dalam penyerangan Mapolres Kediri Kota dengan melempar dua bom molotov pada kerusuhan beberapa waktu lalu.

โ€œSekitar pukul 20.00 WIB, kami berhasil menangkap CK di sebuah hotel di Tulungagung. Dari pemeriksaan, pelaku mengaku merencanakan kerusuhan dan penyerangan Mapolres serta Gedung DPRD Tulungagung,โ€ tegas Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., MTCP., seusai memimpin apel pengamanan, Kamis (4/9/2025).

Dari tangan CK, polisi menyita sepeda motor, tas selempang, dan handphone berisi percakapan terkait rencana kerusuhan.

Tak berhenti di situ, pengembangan kasus berlanjut dengan penangkapan MSA (24), warga Jakarta Timur yang tinggal di kos di Kediri Kota. MSA diduga kuat sebagai pelaku yang menyalakan bom molotov sebelum dilemparkan ke Mapolres Kediri Kota. Polisi mengamankan barang bukti berupa sepatu, topi, handphone, serta empat kembang api yang disiapkan sebagai bahan peledak.

โ€œAlhamdulillah, rencana kerusuhan ini bisa kami gagalkan. Bukti percakapan dan barang bukti menunjukkan bahwa kelompok ini memang berniat membuat kekacauan di Tulungagung,โ€ jelas Kapolres.

Menurut AKBP Taat, motif utama CK melakukan aksi kekerasan terhadap polisi dipicu dendam pribadi karena pernah ditilang di Yogyakarta. Hal itu kemudian berkembang menjadi kebencian terhadap aparat kepolisian.

Berkat temuan ini, koordinator lapangan (Korlap) aksi akhirnya sepakat menunda demonstrasi setelah berdialog dengan Kapolres, Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Ketua DPRD Marsono, S.Sos. Meski begitu, sebanyak 1.470 personel gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kericuhan dari kelompok lain yang mungkin masih berada di Tulungagung.

โ€œSaya pastikan hari ini tidak ada aksi unjuk rasa di Tulungagung. Namun, kami tetap siaga penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban,โ€ tegas Kapolres.

Ia menegaskan, Polres Tulungagung tidak akan memberi ruang bagi provokator untuk memicu kerusuhan. โ€œKami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak terprovokasi isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Tulungagung tetap aman, dan provokator akan menghadapi proses hukum yang tegas,โ€ pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *