๐ ๐ผ๐๐ผ๐๐๐ผ – ๐ผ๐๐ฟ๐๐๐ผ๐๐๐๐.๐พ๐๐ – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi kepada Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan, Tulungagung yang terdiri atas 19 kecamatan dan 271 desa/kelurahan memiliki jumlah penduduk 1.139.224 jiwa, dengan 25,53 persen atau sekitar 290.867 jiwa di antaranya merupakan anak di bawah 18 tahun. Proporsi ini menjadi dasar Pemkab menempatkan perlindungan anak sebagai salah satu prioritas pembangunan.
โCapaian pembangunan Tulungagung menunjukkan tren positif. Angka Harapan Hidup naik menjadi 75,13 tahun pada 2024, angka kemiskinan turun menjadi 6,28 persen, dan kesenjangan gender terus mengecil,โ ujarnya.

Sejalan dengan visi โMasyarakat Tulungagung yang Sejahtera, Maju, dan Berakhlak Mulia Sepanjang Masaโ, Pemkab Tulungagung memperkuat perlindungan anak melalui peningkatan anggaran di berbagai klaster, mulai kelembagaan, hak sipil, pengasuhan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus. Pendekatan holistik, integratif, tematik, dan spasial menjadi dasar pelaksanaan program.
Langkah tersebut diperkuat dengan penetapan Perda Perlindungan Anak berbasis sistem, pembentukan Kecamatan Layak Anak, pengembangan Desa/Kelurahan Layak Anak, serta pengintegrasian isu anak dalam dokumen perencanaan daerah. Pemkab juga menggencarkan partisipasi anak, perempuan, dan penyandang disabilitas melalui Musyawarah Perempuan, Anak, dan Disabilitas (MUSPADI).
Sejumlah inovasi turut diluncurkan, antara lain PANDU KELING, PANDU CATIN, dan PANDU CERIA untuk pemenuhan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak, pengembangan perpustakaan digital, Taman Bacaan Desa, pusat informasi anak, Puskesmas Ramah Anak, layanan cegah stunting, kawasan tanpa rokok, hingga pembangunan ruang publik ramah anak seperti RTH Ketandan, RTH Ngrowo, dan Hutan Kota.
โPenghargaan KLA ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari proses panjang menjadikan Tulungagung semakin maju dalam memperjuangkan hak-hak anak,โ tegas Bupati Gatut Sunu. (And)
















